Skip to main content

PROSEDUR HOT WORK

1. Definisi

Pekerjaan Panas (Hot Work) : Proses atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan akibat penggunaan api terbuka, panas, percikan api, atau peralatan listrik non-intrinsically safe di area yang mengandung bahan mudah terbakar, gas, atau debu eksplosif. Contoh: pengelasan, penggerindaan, pemotongan logam, penggunaan mesin pembakaran internal, atau peralatan listrik di zona berbahaya.

 

2. Tujuan

  • Memastikan pekerjaan panas dilakukan dengan aman tanpa menyebabkan: Cedera personil.Kerusakan aset atau fasilitas.Dampak negatif terhadap lingkungan.
  • Memenuhi persyaratan standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.
  • Menjelaskan peran, tanggung jawab, dan alur kerja untuk memitigasi risiko.

 

3. Lingkup

  • Berlaku untuk semua karyawan dan kontraktor.
  • Meliputi semua aktivitas yang menghasilkan panas, api, atau percikan api di area dengan bahan mudah terbakar, termasuk: Pengelasan, pemotongan, penggerindaan.Penggunaan peralatan listrik non-intrinsically safe di zona berbahaya. Operasi mesin pembakaran internal di lokasi berisiko.

 

4. Prosedur Pekerjaan Panas

A. Perencanaan

  • Evaluasi Alternatif. Pertimbangkan pekerjaan dingin (cold work) sebagai alternatif yang lebih aman. Jika hot work tidak dapat dihindari, tentukan Safe Hot Work Area (minimal 15 meter dari bahan mudah terbakar).
  • Identifikasi Bahaya. Lakukan Planning Phase Hazard Analysis (PPHA) dengan melibatkan Subject Matter Expert (SME).Identifikasi sumber energi berbahaya (kimia, panas, listrik, dll.) dan mitigasi risiko.
  • Persiapan Dokumen. Buat Job Safety Analysis (JSA) di lokasi kerja.Siapkan Permit to Work (PTW) dan Hot Work Permit (jika bekerja di zona berbahaya).

 

B. Perizinan

  • Izin yang Diperlukan. Hot Work Permit: Diperlukan jika bekerja di hazardous (classified) location.General PTW: Diperlukan untuk semua jenis hot work di luar zona berbahaya.
  • Proses Approval. Izin harus disetujui oleh: Permit Approver.Person Managing Control of WorkSubject Matter Expert (untuk pekerjaan berisiko tinggi).

 

C. Persiapan Area Kerja

  • Isolasi dan Pengamanan. Tutup saluran (drain), alihkan ventilasi (vents) dari area kerja.Jauhkan bahan mudah terbakar (minimal 15 meter) atau tutup dengan pelindung tahan api.
  • Pengukuran Gas. Lakukan pengukuran gas oleh Qualified Gas Tester sebelum pekerjaan dimulai.Ulangi pengukuran setiap 30 menit atau jika terjadi interupsi.
  • Peralatan dan Tanda. Sediakan alat pemadam kebakaran yang terinspeksi.Pasang barikade dan papan peringatan di sekitar area kerja.

 

D. Pelaksanaan Pekerjaan

  • Fire Watch. Tugaskan personil sebagai Fire Watch untuk memantau area selama dan 30 menit setelah pekerjaan.
  • Monitoring Kondisi. Hentikan pekerjaan jika terjadi perubahan kondisi (cuaca buruk, alarm, atau deteksi LEL ≥10%). Validasi ulang permit jika ada pergantian kru atau perubahan lingkup kerja.

 

E. Pemulihan Area

  • Pembersihan. Bersihkan sisa material panas, percikan, atau slag.Kembalikan ventilasi, saluran, dan bahan mudah terbakar ke kondisi semula.
  • Verifikasi Akhir. Pastikan area aman untuk operasi normal.Lepaskan isolasi energi dan lakukan purge jika diperlukan.
  • Penutupan Izin. Tandatangani penutupan PTW oleh Permit Approver dan arsipkan dokumen sesuai ketentuan.

 

F. Tindakan Khusus

  • Hot Tapping: Hanya dilakukan dengan persetujuan manajemen level tinggi. Wajib memiliki prosedur tertulis dan PPHA yang disetujui SME.

 

 

 

Popular posts from this blog

Prosedur Simultaneous Operations (SIMOPS)

1. Definisi Simultaneous Operations (SIMOPS)  adalah kegiatan di mana dua atau lebih aktivitas kerja dilakukan secara bersamaan di lokasi yang sama atau berdekatan, yang dapat menimbulkan risiko keselamatan, gangguan operasional, atau dampak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. 2. Tujuan Mengelola potensi konflik dan risiko melalui perencanaan, komunikasi, dan eksekusi yang efektif. Mencegah terjadinya shutdown yang tidak direncanakan, kecelakaan kerja, atau kerusakan aset. Memastikan keselamatan pekerja dan keberlanjutan operasi. 3. Lingkup SIMOPS berlaku untuk berbagai aktivitas kerja yang terjadi bersamaan, seperti:   4. Prosedur Simultaneous Operations (SIMOPS) 4.1 Perencanaan (Plan SIMOPS) Identifikasi pekerjaan yang akan dilakukan bersamaan  → Dokumen SIMOPS Plan  harus mencantumkan aktivitas yang terjadi dan potensi bahaya yang bisa muncul. Tentukan batasan operasi  → Misalnya, jarak aman antar aktivitas, pembagian zona kerja, dan pengaturan jadwal...

Prosedur Penggalian

1. Definisi Penggalian  adalah potongan, rongga, parit, atau depresi pada permukaan bumi yang terbentuk akibat pemindahan tanah oleh manusia. Penggalian mencakup aktivitas seperti penggalian parit, lubang, atau area untuk instalasi infrastruktur.   2. Tujuan Memastikan personil memiliki pengetahuan tentang persyaratan penggalian. Mencegah cedera, kerusakan properti, dan dampak lingkungan yang merugikan. Memastikan personil memahami peran dan tanggung jawab sesuai standar . Melaksanakan penggalian dengan metode yang aman dan terkendali.   3. Lingkup Prosedur ini berlaku untuk: Seluruh karyawan , delegasi, dan kontraktor. Semua pekerjaan penggalian yang melibatkan alat berat, penggalian manual (>1,5 meter), atau aktivitas di ketinggian. Pengelolaan risiko terkait tanah, utilitas bawah tanah, dan confined space.   4. Prosedur Penggalian A. Tahap Persiapan 1.  Analisis Bahaya Fase Perencanaan (PPHA) Dilakukan oleh manajemen proyek dan ahli untuk mengidentifikasi ...