Skip to main content

Posts

Prosedur Penanganan Limbah

1. Definisi Limbah adalah material sisa atau buangan yang dihasilkan dari kegiatan operasional, domestik, atau industri yang tidak memiliki nilai ekonomis dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik. Limbah dapat berupa padat, cair, atau gas, serta dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) atau non-B3 berdasarkan sifat dan karakteristiknya. 2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk: Memastikan penanganan limbah dilakukan secara aman, efektif, dan sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku. Meminimalkan dampak negatif limbah terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan pekerja. Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan limbah. Mencegah terjadinya tumpahan, kebocoran, atau pencemaran lingkungan akibat limbah. 3. Lingkup Prosedur ini berlaku untuk: Seluruh karyawan, kontraktor, dan pihak terkait yang bekerja di lingkungan perusahaan. Semua jenis limbah yang dihasilkan dari kegia...

PROSEDUR PENGENDALIAN BAHAYA FISIK

1. Definisi Bahaya fisik adalah sumber potensi cedera atau penyakit akibat paparan terhadap faktor lingkungan fisik di tempat kerja, seperti: Kebisingan Getaran Radiasi Penerangan yang tidak memadai Paparan panas berlebih (heat stress) Paparan dingin ekstrem 2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk: Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko dari bahaya fisik di tempat kerja. Menentukan tindakan pengendalian untuk mencegah atau mengurangi dampak kesehatan terhadap pekerja. Menjamin lingkungan kerja yang aman dan sehat. 3. Lingkup Prosedur ini berlaku bagi seluruh pekerja, kontraktor, dan pengunjung yang berada di area kerja  yang berpotensi terpapar bahaya fisik, baik di fasilitas darat maupun lepas pantai. 4. Prosedur A. Identifikasi dan Evaluasi Bahaya Lakukan survey area kerja  untuk mengidentifikasi potensi bahaya fisik. Gunakan alat ukur sesuai jenis bahaya: Sound Level Meter  untuk kebisingan Vibration Meter  untuk getaran Lux Meter  untuk pencahayaan Thermome...

PROSEDUR PENGENDALIAN BAHAYA ERGONOMI

1. Definisi Bahaya ergonomi adalah potensi risiko yang timbul akibat interaksi antara pekerja dengan lingkungan kerja, alat, atau tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan atau batasan fisik pekerja , sehingga dapat menyebabkan gangguan otot, sendi, atau sistem saraf (MSDs – Musculoskeletal Disorders). Contohnya: Mengangkat beban berat Posisi duduk atau berdiri lama tanpa perubahan Gerakan berulang (repetitive motion) Penggunaan alat kerja yang tidak ergonomis Penataan kerja komputer yang salah   2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk: Mencegah cedera atau penyakit akibat gangguan otot dan rangka akibat pekerjaan (work-related MSDs). Meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan efisiensi kerja. Mendorong desain kerja yang sesuai dengan postur tubuh alami manusia.   3. Lingkup Prosedur ini berlaku bagi seluruh pekerja, kontraktor, dan pengunjung di lingkungan kerja , khususnya pada: Pekerjaan manual handling (angkat/geser dorong barang), Aktivitas kerja berulang (pabrik, perakita...

PROSEDUR PENGENDALIAN BAHAYA BIOLOGIS

1. Definisi Bahaya biologis adalah potensi risiko terhadap kesehatan yang ditimbulkan oleh organisme hidup  atau produk biologisnya , yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan pada manusia. Contohnya meliputi: Gigitan hewan berbisa (ular, serangga) Penyakit menular (malaria, hepatitis, tuberkulosis) Mikroorganisme (virus, bakteri, jamur, parasit) Bahan biologis (darah, cairan tubuh) 2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk: Melindungi pekerja dari paparan agen biologis yang membahayakan. Menurunkan risiko penularan penyakit atau gangguan kesehatan akibat agen biologis. Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap insiden terkait bahaya biologis di tempat kerja. 3. Lingkup Prosedur ini berlaku bagi seluruh pekerja, kontraktor, dan pengunjung yang berada di lingkungan kerja  yang: Beroperasi di area rawan penyakit endemik (misal: malaria, leptospirosis), Berisiko terpapar darah/cairan tubuh, Beraktivitas di alam terbuka (hutan, rawa, offshore), Terlibat dalam penanganan limba...

KESEHATAN KERJA

Daftar isi  bacaan tentang  kesehatan kerja  Prosedur pengendalian bahaya biologis Prosedur pengendalian bahaya ergonomi Prosedur pengendalian bahaya fisik

KESELAMATAN KERJA

 Berikut ini adalah daftar prosedur keselamatan kerja SIMOPS Prosedur penggalian Akses control By pass critical protection Pengujian gas Lock out tag out Hot work

PROSEDUR HOT WORK

1. Definisi Pekerjaan Panas (Hot Work)  : Proses atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan akibat penggunaan api terbuka, panas, percikan api, atau peralatan listrik non- intrinsically safe  di area yang mengandung bahan mudah terbakar, gas, atau debu eksplosif. Contoh: pengelasan, penggerindaan, pemotongan logam, penggunaan mesin pembakaran internal, atau peralatan listrik di zona berbahaya.   2. Tujuan Memastikan pekerjaan panas dilakukan dengan aman tanpa menyebabkan: Cedera personil.Kerusakan aset atau fasilitas.Dampak negatif terhadap lingkungan. Memenuhi persyaratan standar keselamatan dan regulasi yang berlaku. Menjelaskan peran, tanggung jawab, dan alur kerja untuk memitigasi risiko.   3. Lingkup Berlaku untuk semua karyawan dan kontraktor. Meliputi semua aktivitas yang menghasilkan panas, api, atau percikan api di area dengan bahan mudah terbakar, termasuk: Pengelasan, pemotongan, penggerindaan.Penggunaan peralatan listrik non- intrin...

Prosedur Simultaneous Operations (SIMOPS)

1. Definisi Simultaneous Operations (SIMOPS)  adalah kegiatan di mana dua atau lebih aktivitas kerja dilakukan secara bersamaan di lokasi yang sama atau berdekatan, yang dapat menimbulkan risiko keselamatan, gangguan operasional, atau dampak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. 2. Tujuan Mengelola potensi konflik dan risiko melalui perencanaan, komunikasi, dan eksekusi yang efektif. Mencegah terjadinya shutdown yang tidak direncanakan, kecelakaan kerja, atau kerusakan aset. Memastikan keselamatan pekerja dan keberlanjutan operasi. 3. Lingkup SIMOPS berlaku untuk berbagai aktivitas kerja yang terjadi bersamaan, seperti:   4. Prosedur Simultaneous Operations (SIMOPS) 4.1 Perencanaan (Plan SIMOPS) Identifikasi pekerjaan yang akan dilakukan bersamaan  → Dokumen SIMOPS Plan  harus mencantumkan aktivitas yang terjadi dan potensi bahaya yang bisa muncul. Tentukan batasan operasi  → Misalnya, jarak aman antar aktivitas, pembagian zona kerja, dan pengaturan jadwal...

PROSEDUR LOCK OUT TAG OUT (LOTO)

1. Definisi Lockout (Penggembokan) : Proses pemasangan gembok pada titik isolasi untuk mengamankan peralatan dalam posisi "off" atau "aman", mencegah pengoperasian hingga gembok dilepas. Tagout (Penandaan) : Pemasangan tag pada titik isolasi untuk memberi peringatan agar tidak mengoperasikan peralatan. Tag mencantumkan nama pemasang, tanggal, dan alasan isolasi. Positive Physical Isolation : Isolasi fisik yang memastikan pelepasan energi berbahaya menjadi nol, seperti pemasangan  blinding , pelepasan  circuit breaker , atau pemutusan  mechanical coupling . Energi Berbahaya : Energi yang dapat menyebabkan cedera, kerusakan aset, atau dampak lingkungan (misal: listrik, tekanan, kimia, gravitasi).   2. Tujuan Mencegah cedera akibat pelepasan energi berbahaya yang tak terduga selama perbaikan/pemeliharaan. Melindungi aset dan lingkungan dari kerusakan. Mematuhi peraturan perundangan dan standar keselamatan Chevron.   3. Lingkup Prosedur ini berlaku untuk Karyawan da...

PROSEDUR PENGUJIAN GAS

  1. Definisi Pengujian Gas : Proses pemantauan gas secara terus-menerus atau berkala untuk mendeteksi konsentrasi gas berbahaya (oksigen, gas mudah terbakar, dan gas beracun). Qualified Gas Tester : Personel kompeten yang bertanggung jawab melakukan pengujian gas, memvalidasi alat, dan menghentikan pekerjaan jika kondisi tidak aman. Lower Explosive Limit (LEL) : Konsentrasi terendah gas/uap di udara yang dapat menyala jika terdapat sumber api. IDLH (Immediately Dangerous to Life and Health) : Atmosfer yang langsung mengancam nyawa atau kesehatan (misal: oksigen <19,5%, H ₂ S >30 ppm). Bump Test : Uji fungsional alat detektor gas dengan gas kalibrasi untuk memastikan akurasi.   2. Tujuan Memastikan lingkungan kerja aman dari risiko gas berbahaya. Mencegah kecelakaan akibat paparan gas beracun, mudah terbakar, atau atmosfer kekurangan/kelebihan oksigen. Mematuhi peraturan perundangan dan standar keselamatan   3. Lingkup Prosedur ini berlaku untuk: Masuk ruang terbata...

Prosedur Bypass Critical Protection

  1. Definisi Bypass Critical Protection  adalah tindakan menonaktifkan, mengisolasi, atau menghambat sistem atau perangkat perlindungan kritis agar tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bypass ini dilakukan untuk tujuan tertentu seperti pengujian, pemeliharaan, commissioning, decommissioning, atau startup peralatan dan fasilitas. 2. Tujuan ·  Memastikan bypass dilakukan dengan aman dan terkendali. ·  Mencegah kecelakaan atau insiden akibat bypass yang tidak terkontrol. ·  Memastikan semua perangkat yang dibypass dapat dikembalikan ke kondisi operasional semula setelah pekerjaan selesai. 3. Lingkup Bypass Critical Protection dapat dilakukan dalam berbagai situasi, seperti: ·  Pengujian dan Pemeliharaan  → Saat melakukan perbaikan atau inspeksi sistem keamanan. ·  Instalasi dan Commissioning  → Pemasangan atau penghapusan peralatan baru. ·  Startup Fasilitas  → Ketika peralatan baru atau yang diperbaiki mulai dioperasikan. ·  Si...